Surakarta, 30 Juli 2026 – Jepang masih menjadi salah satu negara tujuan magang dan bekerja yang diminati banyak lulusan sekolah vokasi. Melihat peluang tersebut, SMK Tunas Pembangunan 2 Surakarta menggandeng LPK KOKEN untuk menyelenggarakan Kelas Bahasa Jepang sebagai bekal awal bagi para siswanya.
Kelas yang dilaksanakan secara rutin dua kali setiap bulan ini tidak hanya mengajarkan kemampuan berbahasa, tetapi juga memperkenalkan budaya, etika, dan karakter kerja masyarakat Jepang. Dengan bekal tersebut, siswa diharapkan lebih siap apabila kelak mengikuti program magang maupun bekerja di perusahaan-perusahaan Jepang.
| Peserta Menyimak Materi |
Suasana pembelajaran yang berlangsung pada Kamis (30/7) tampak hidup. Para siswa mengikuti setiap sesi dengan antusias, mulai dari belajar salam, percakapan sederhana, hingga memahami kebiasaan yang menjadi bagian dari budaya kerja di Negeri Sakura. Bagi mereka, kelas ini menjadi pengalaman baru sekaligus motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan diri.
“Sensei (guru, dalam budaya Jepang) yang mengajar kelas kami, merupakan praktisi senior yang penah bekerja lama di Jepang. Sehingga siswa juga diberi gambaran yang lebih jelas tentang budaya di Jepang.” ujar salah satu guru SMK TP 2 Ska.
Menurut pihak sekolah, penguasaan bahasa asing menjadi nilai tambah yang mampu memperluas kesempatan lulusan untuk bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Karena itu, kolaborasi dengan LPK KOKEN diharapkan menjadi salah satu pintu yang membuka lebih banyak peluang bagi siswa setelah lulus.
| Sensei Menyampaikan Materi |
Selain terus mengembangkan program-program unggulan, SMK Tunas Pembangunan 2 Surakarta juga masih membuka pendaftaran peserta didik baru, menerima siswa pindahan, serta memberikan kesempatan bagi peserta didik yang sempat putus sekolah untuk kembali melanjutkan pendidikan. Melalui program sekolah sambil bekerja (dengan syarat dan ketentuan yang berlaku), sekolah berupaya menghadirkan akses pendidikan yang lebih inklusif sehingga semakin banyak generasi muda dapat mengembangkan kompetensi sekaligus mempersiapkan masa depan yang lebih baik.
(Iffah Diharja)